tips meningkatkan kualitas sperma secara alami

Tips Agar Sperma Lebih Kuat Dan Lincah Berenang Tips Agar Sperma Lebih Kuat Dan Lincah Berenang

Sehatbrunei.com – Sperma sehat adalah sperma yang bisa berenang menembus sistem pertahanan saluran reproduksi wanita dengan lincah untuk membuahi sel telur. Sayangnya, beberapa kondisi dapat merusak sperma hingga membuatnya lemot tak berdaya. Untuk itu ada beberapa hal yang diketahui bisa membantu memperbaiki kualitas sperma agar jadi lebih kuat. Baca juga: Trending di Twitter, Apa Itu ‘Sarjana Sperma’? Makanan seperti daging yang sudah diproses, piza, gula, dan camilan tinggi lemak lain disebut dapat meningkatkan mortalitas sperma. Untuk meningkatkan kesehatan sperma disarankan mengonsumsi makanan yang tinggi Vitamin C dan B12 sebagai antioksidan.

Selain itu disarankan juga mengonsumsi kacang-kacangan seperti walnut atau hazelnut karena disebut dalam studi dapat meningkatkan jumlah sperma sampai 16 persen dalam 14 minggu. Studi tahun 2005 menemukan kombinasi antara aktivitas fisik yang rendah dan indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi bisa berkontribusi terhadap buruknya kualitas sperma. Mencegahnya cukup dengan mulai menerapkan olahraga ringan rutin seperti misalnya 20 menit jalan kaki setiap hari.

Dengan rezeki yang mengalir deras itu, Zohri pun dengan mudah membeli sepatu sendiri. Dia bisa memilih membeli sneakers hingga sepatu khusus untuk berlari di atas lintasan tartan dari berbagai merk. Rumah tinggalnya yang dulu papan, kini sudah diperbaiki. Zohri juga memiliki empat rumah lain berkat kejutan-kejutan dari lintasan lari. Seluruh apresiasi itu tak mengurangi keras kepalanya Zohri. Dia bahkan ‘membangkang’ dari instruksi pengurus PASi dan pelatih. Dijaga untuk pelan-pelan naik level dan menambah kecepatan, Zohri malah laksana main sulap.

Ya, PASI sempat cemas dengan keinginan publik agar Zohri tampil di Asian Games untuk nomor individu. PASI khawatir ekspektasi besar dapat membuat Zohri tergelincir cepat. Tapi, Zohri tampil meyakinkan di Asian Games 2018. Tak meraih medali memang, namun Zohri amat dekat dengan catatan waktu manusia tercepat Asia Tenggara, Suryo Agung Wibowo. Zohri, yang tampil di lintasan 6, tepat di sebelah sprinter China yang juga juara Asia tiga kali, Su Bingtian, finis dengan catatan waktu 10,20 detik. Sementara, Suryo memegang rekor nasional dengan waktu 10,17 detik di SEA Games 2019 Laos. Tak hanya itu, malah di nomor lari berantai, estafet 4×100 meter, Zohri bersama Muhammad Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara, meraih medali perak dengan catatan waktu 38,77 detik.

Dengan dua catatan waktu itu, di nomor individu dan estafet, Zohri membuktikan dia tak canggung untuk naik kelas. Dia bukan lagi sprinter junior. Sejak itu tampaknya kaki-kaki Zohri tak bisa lagi dikendalikan. Berdekatan dengan Su Bingtiang dan merasakan langsung embusan kecepatannya saat tampil di Asian Games 2018 itu membuat Zohri kian terobsesi untuk berlari sekencang-kencangnya. Apalagi, iming-iming Olimpiade nyata di depan mata. PASI layak dipuji dalam hal ini.

PASI menjadi pihak yang paling rajin meredam ekspektasi publik, namun menyadari keras kepalanya Zohri untuk berlari secepat-cepatnya. Makanya, PASI memberikan fasilitas terbaik kepada Zohri dan atlet-atlet yang berpeluang ke Olimpiade 2020 untuk bisa sampai ke Tokyo. Begitulah kalimat dari pengurus PB PASI di awal 2019 sebelum kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo dimulai. Lalu Muhammad Zohri bersama pelari estafet di Stadion Madya. Tapi, sekali lagi, Zohri adalah manusia keras kepala. Dia, saatmasih berusia 18 tahun, merebut predikat sprinter tercepat Asia Tenggara dari tangan Suryo tepat satu dekade kemudian.

Baca Juga  : Manfaat Olahraga Bagi Kesehatan Tubuh Dan Kualitas Hidup

Tampil di semifinal Kejuaraan Asia 2019 Doha pada 22 April, Zohri mencatatkan waktu 10,15 detik yang kemudian diperbaiki dalam tempo dua hari dalam babak final menjadi 10,13 detik. Catatan waktu itu tak membuatnya puas, Zohri merasakan lapar yang amat sangat untuk memangkas waktu di lintasan 100 meter itu. Tampil di Olimpiade tampaknya menjadi sebuah obsesi tersendiri bagi Zohri. Zohri dalam persiapan ke Kejuaraan Estafet di Yokohama pada 11-12 Mei dan berlanjut ke Golden Grand Prix, Osaka pada 19 Mei. Berlari di antara pelari dunia, Zohri menjawab hasratnya sendiri. Tampil di lintasan lari Yanmar Stadium di Nagai, Osaka, Jepang, yang pernah dipakai untuk menghelat tiga pertandingan Piala Dunia 2002, termasuk laga perempatfinal antara Turki melawan Nigeria, juga markas klub Liga Jepang (J-League), Cerezo Osaka, Zohri mencatatkan waktu 10,03 detik.

Di ajang itu, Zohri mengawali lomba dengan start paling tepi, sebagai tempat untuk pelari-pelari nonunggulan. Bahkan, Zohri sempat tak mendapatkan tempat hingga tampil sip di Kejuaraan Asia 2019 dengan waktu 10,15 detik itu. Zohri menjawab dengan berjarak 0,03 detik dengan Justlin Gatlin (10,00 detik) dan Kiryu Yoshihide (10,01 detik). Eni optimistis Zohri bisa lebih cepat lagi. Eni melihat Zohri masih ragu menjelang finis. Kini, Zohri bisa memperbaiki detail penampilannya. Zohri sudah bisa lebih relaks usai tampil di Osaka. Dia telah memastikan tiket Olimpiade 2020 Tokyo, juga Kejuaraan Dunia di Doha tahun ini. Zohri juga tak perlu lagi memikirkan sepatu dalam tiap pertandingan. Kini, fokus Zohri cuma satu: berlari sekencang-kencangnya di Olimpiade 2020 Tokyo. Akankah ada kejutan lagi dari Zohri di pesta olahraga terakbar sejagad itu? Zohri bisa menembus waktu di bawah 10 detik, misalnya. Seperti kata Su Bingtian, sprinter China yang juga idola Zohri, saat dimintai peluang mendekati waktu tercepat Usain Bolt. Di masa depan, mungkin itu akan terjadi.