efek begadang bagi wajah

Masalah Kesehatan Akibat Sering Bergadang Masalah Kesehatan Akibat Sering Bergadang

Masalah Kesehatan Akibat Sering Bergadang – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut masalah kesehatan akibat sering bergadang.

Apakah kamu termasuk orang yang suka begadang atau tidur sering larut malam? Sebaiknya mulai sekarang kebiasaan tersebut dihentikan, ya! Karena, kurang tidur tak hanya membuat kamu mengantuk keesokan hari harinya, tapi jika ini terus terjadi bahkan jadi kebiasaan, itu bisa merugikan kesehatanmu.

Melansir Livestrong, berdasarkan rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), orang dewasa direkomendasikan untuk tidur 7-9 jam tiap malam. Sayangnya, masih banyak yang tidur dengan durasi kurang dari itu.

Menurut laporan CDC tahun 2016, sepertiga orang Amerika Serikat (AS) waktu tidurnya kurang dari itu. Padahal, begadang dan kurang tidur dapat mengundang banyak masalah kesehatan, seperti yang disebutkan berikut ini.

1. Obesitas

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open Sport & Exercise Medicine menemukan kaitan antara kurang tidur dengan angka indeks massa tubuh yang lebih tinggi dan risiko obesitas.

Penelitian tersebut menemukan bahwa mereka yang waktu tidurnya kurang dari 7 jam menunjukkan tanda-tanda peningkatan retensi garam dan penanda peradangan (inflamasi), penurunan kadar hormon leptin, serta penurunan sensitivitas insulin.

“Ketika kamu tidak mendapatkan tidur yang cukup, tubuh akan mengurangi pelepasan leptin, hormon yang bantu menekan nafsu makan dan mendorong tubuh menggunakan energi”, ujar Michael Breus, PhD, spesialis tidur sekaligus pengarang buku The Power of When kepada Livestrong.

Para peneliti juga menyimpulkan, tidur kurang dari 7 jam bisa meningkatkan kadar hormon grelin, yakni hormon perangsang nafsu makan dan pemicu kenaikan berat badan.

Selain itu, kondisi seseorang obesitas juga memengaruhi kualitas tidurnya. Dengan begitu, ini akan menjadi siklus dan masalah yang sama terus berulang.

2. Diabetes

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan RI, berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017, Indonesia menempati peringkat ke-6 negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka prevalensi diabetes meningkat secara signifikan antara tahun 2013 sebanyak 6,9 persen, menjadi 8,5 persen di tahun 2018. Sehingga diperkirakan, jumlah penderita diabetes di Indonesia ada lebih dari 16 juta orang.

Dengan tingginya angka penderita diabetes, penting sekali untuk menghindari risiko-risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan terkena diabetes. Sebuah studi yang dimuat dalam Oman Medical Journal menyimpulkan, kebiasaan tidur kurang dari 6 jam bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Michael mengatakan, orang paruh baya dan orang tua yang kurang tidur dua kali lebih mungkin terdiagnosis diabetes tipe 2 dibanding orang-orang yang cukup istirahat. Itu karena tidur dapat membantu mengatur glukosa dan metabolisme. Kurang tidur juga bisa memicu lonjakan hormon kortisol yang dapat menyebabkan sel lebih resistan terhadap insulin.

3. Penyakit jantung

Risiko kesehatan lainnya akibat kurang tidur adalah penyakit jantung. Berdasarkan penelitian dalam Journal of the American College of Cardiology tahun 2019, partisipan yang waktu tidurnya kurang dari 6 jam berisiko 27 kali lebih tinggi terkena aterosklerosis, dibanding mereka yang tidur antara 7-8 jam.

aliran darah tidak lancar dan bisa memicu penyakit jantung.

Selain durasi waktu tidur, kualitas tidur pun berperan penting pada kesehatan jantung. Diketahui, para partisipan dengan kualitas tidur yang buruk 34 kali lebih mungkin terkena aterosklerosis.

Valentin Fuster, MD, PhD, pemimpin studi menyampaikan, tidur dengan durasi pendek tapi berkualitas baik, dapat mengatasi efek merugikan dari durasi tidur yang pendek. Dengan kata lain, jika kamu termasuk orang yang tidak bisa tidur cukup, misalnya karena tuntutan pekerjaan, maka pastikan kamu memiliki kualitas tidur yang baik.

Kualitas tidur seseorang dinilai dari seberapa sering terbangun saat malam hari dan frekuensi gerakan selama tidur, yang mencerminkan fase tidur.

Untuk meningkatkan kualitas tidur, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan. Di antaranya adalah:

Buat jadwal tidur yang tetap supaya otak dan tubuh bisa menciptakan alarm alami
Hindari minum kopi atau merokok sebelum tidur
Hindari melakukan olahraga berat sebelum tidur
Hindari atau batasi tidur siang, tidak lebih dari 20 menit
Hindari bekerja, menonton TV, atau menggunakan gadget di tempat tidur, supaya pikiranmu bisa relaks

Melansir Livestrong, dari hasil studi lain juga diketahui bahwa kurang tidur bisa meningkatkan tekanan darah tinggi dan naiknya risiko terkena serangan jantung hingga 20 persen.

Baca Juga:Kebiasaan Baik Untuk Jaga Kesehatan Mulut

4. Melemahkan sistem imun

Menjaga daya tahan tubuh tetap prima sangatlah penting, terutama di masa pandemik seperti sekarang. Kebiasaan kurang tidur ternyata berdampak pula terhadap melemahnya sistem imun.

Kesimpulan ini didapat dari hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Sleep yang melibatkan 164 laki-laki dan perempuan sehat usia 18-55 tahun. Hasilnya, mereka yang tidur kurang dari 6 jam lebih berisiko terkena flu hingga empat kali lipat, dibanding mereka yang tidur selama 6-7 jam.

Michael mengatakan, kurang tidur atau tidur dengan kualitas buruk akan mengurangi produksi dan pelepasan sitokin, protein serbaguna yang membantu sistem imun merespons ancaman. Kurang tidur membuat tubuh tidak bisa bereaksi dengan cepat, atau melepas sitokin lebih banyak untuk mengatasi masalah yang datang.