Cek Penyakit Jantung Sejak Dini Ini Deretan Tes

Cek Penyakit Jantung Sejak Dini, Ini Deretan Tes Cek Penyakit Jantung Sejak Dini, Ini Deretan Tes

Sehatbrunei.com – Tak banyak yang menyadari bahwa penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia. Penyakit ini kerap diremehkan banyak orang meski dapat menyerang siapa saja dengan tiba-tiba, membuat penderitanya nyeri pada bagian dada, sesak nafas, mual, hingga berujung kematian. Penderita penyakit ini biasanya enggan memeriksa ke dokter karena menganggap gejala yang ditimbulkan hanya sakit biasa dan bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal, dokter dapat memperkirakan gejala penyakit jantung lewat serangkaian uji klinis. Dengan mendeteksi sejak awal penyakit jantung, penderitanya dapat melakukan pencegahan sehingga terhindar dari risiko meninggal dunia. Tes ini bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik yang memiliki mesin pendeteksi impuls listrik atau yang dikenal dengan elektrokardiogram atau EKG.

Umumnya, tes ini hanya berlangsung 5 hingga 8 menit. Dokter akan menempelkan elektrode berbahan plastik di dada dan lengan sebanyak 10-8 buah. Baca juga: Berisiko Sakit Jantung, Apa Beda Gejala pada Pria dan Wanita? Melalui alat ini, dokter dapat mengukur aktivitas kelistrikan pada jantung yang nantinya dapat digunakan sebagai penunjang diagnosis. Meski demikian, tes ini tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat dilakukan oleh perawat. Deteksi dini penyakit jantung juga dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah pasien.

Jika darah menunjukkan kadar total kolesterol di atas 200mg/dl serta low denisty lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat di atas 130 mg/dl, maka dokter dapat menggunakannya sebagai analisis risiko kardiovaskular atau penyakit jantung. Tes Computed Tomography (CT) Scan dilakukan dengan menggunakan dosis tinggi sinar X untuk menampilkan gambar rinci jantung serta pembuluh darah koroner. Lewat CT Scan, dokter dapat dapat mencari deposit kalsium di arteri jantung yang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Tes echocardiogram dilakukan untuk melihat gambar bergerak dari USG jantung.

Prosedur ini memungkinkan dokter untuk menguji kemampuan jantung memompa darah keluar dan melihat apakah jantung memiliki masalah struktural. Setelah kamu melakukan tes klinis untuk mendeteksi penyakit jantung, kamu juga perlu untuk melakukan pencegahan dan senantiasa menjaga kesehatan jantung. Caranya bisa dimulai dari berolahraga rutin, melakukan gaya hidup sehat hingga berhenti merokok. Kamu juga perlu menjaga pola makan. Hindari makan makan berkolesterol tinggi. Sebab, kadar kolesterol yang tinggi bisa menghambat aliran darah ke jantung.

Apabila terjadi penyumbatan total maka akan mengakibatkan serangan jantung. Nestle ACTICOR merupakan minuman untuk menurunkan kolesterol yang mengandung susu dengan serat pangan larut Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Beta Glucan dan Inulin juga mampu memperbaiki profil LIPID dengan mempengaruhi LIPID dan asam empedu. Nestle ACTICOR juga terbuat dari bahan alami, rendah lemak dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana.

Baca Juga  : Cegah Penularan Virus, Ini Etika Batuk Yang Perlu Diperhatikan

Tak hanya itu, Nestle ACTICOR juga bisa menjadi sumber vitamin B1 dan B2. Nestle ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh. Buat kamu yang suka minuman dingin, Nestle ACTICOR juga bisa dikonsumsi dikombinasikan dengan es batu atau diminum dalam kondisi dingin. Untuk hasil yang optimal, Nestle ACTICOR dianjurkan untuk diminum 2x sehari setelah makan. Dengan Nestle ACTICOR, kamu bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Jika kolesterol jahat turun, maka akan mengurangi risiko terkena penyakit kolesterol yang jadi pemicu penyakit jantung. Mulai hari ini, yuk minum Nestle ACTICOR setiap hari.

Penelitian yang dilaporkan dalam Anxiety, Stress and Coping: An International Journal tahun 2008 mencatat bahwa olahraga bisa menjadi alat yang potensial untuk mengatasi gejala-gejala kecemasan. Dalam penelitian tersebut partisipan yang rutin berolahraga memiliki indeks kecemasan yang lebih rendah dibanding orang yang tidak pernah olahraga. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga mungkin bisa menjadi pengobatan yang layak untuk kecemasan dan stres. Teorinya, olahraga menyebabkan tubuh bereaksi termasuk otak. Sebagai responsnya maka otak akan melepaskan banyak hormon termasuk endorphin dan neurotransmitter yang bisa mempengaruhi suasana hati.

Saat olahraga, tubuh bergerak dan membantu tubuh membakar kalori yang ada sehingga menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja. Hal tersebut juga membantu tubuh mengurangi tertimbunnya lemak dalam tubuh. Olahraga yang teratur juga dapat membakar kolesterol LDL dan trigliserida serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Hal ini sangat membantu tubuh tetap fit dan mengurangi resiko darah tinggi, stroke, kegemukan, dan penyakit jantung. Jenis olahraga yang dianjurkan untuk mengurangi kolesterol adalah jenis olahraga yang menggerakkan otot-otot pada paha, kaki, lengan, dan pinggul. Contohnya, senam aerobik, jalan kaki, joging, berenang, dan bersepeda.