cek kemenkes

VAKSIN SINOPHARM? VAKSIN SINOPHARM?

APAKAH ANDA DENGAR VAKSIN SINOPHARM? –  Banyak yang beredar Vaksin Sinopharm itu menyebab kan leukemia dan diabetes ! kok bisa sih? berawal dari perempuan yang punya penyakit didiagnosa leukemia limfoblastik B akut sehari telah mendapatkan suntikan dia pada tanggal 8 april, dan istirinya tiba tiba ada satu setengah bulan dia meninggal !!!

Dalam berita ini juga disebutkan, 600 anak menderita diabetes setelah vaksinasi.

– PEMERIKSAAN FAKTA

Sejauh ini, belum ada hasil penilaian medis apakah seribu warga Tiongkok yang diklaim menderita leukemia dan 600 lainnya mengidap diabetes, akibat vaksin Covid-19 produksi perusahaan-perusahaan Cina.Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, menemukan bahwa video yang beredar tersebut bersumber dari kanal YouTube NTD Indonesia. Di dalamnya, NTD mengutip sumber dari situs Radio Free Asia tentang seribu warga Tiongkok yang menderita leukemia dan 600 lainnya menderita diabetes setelah divaksin,Dalam laman Radio Free Asia (RFA) berbahasa Mandarin, artikel soal dugaan vaksin Covid-19 menyebabkan leukemia dimuat pada 2 Juni 2022. RFA menyebut jumlahnya mencapai 500 orang. Tapi RFA tidak menyebutkan spesifik bagaimana data itu diperoleh.Hanya ada keterangan bahwa pasien leukemia di lebih dari 30 provinsi, kota dan daerah otonom termasuk Beijing, Shanghai, dan Jiangsu mengirim dua surat terbuka secara online.

New Tang Dynasty (NTD) TV adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh praktisi Falun Gong dan dimiliki oleh Epoch Media Group yang juga menjalankan Epoch Times.Namun organisasi independen dan nirlaba pemeriksa kredibilitas situs, Media Bias Fact Check (MBFC), melabeli NTD TV dengan ‘media dengan kredibilitas rendah’. MBFC menilai pemberitaan NTD TV selama ini sebagai bias kanan karena menggunakan teori konspirasi, propaganda, tidak transparan, dan klaim yang salah.

Pada September 2021, dilansir dari Tempo, Pemerintah Cina telah memberikan imunisasi vaksin virus corona dua dosis pada 1,072 miliar warganya. Jumlah itu sekitar 75,96 persen dari total warganya. Populasi Cina saat ini sekitar 1,41 miliar jiwa.Vaksin dari Cina, Sinopharm juga telah divalidasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat, 7 Mei 2021, untuk penggunaan darurat. ABC menulis bahwa ada 30 negara di Asia yang menggunakan Sinovac dan Sinopharm, baik membeli sendiri atau disumbangkan oleh China, yang juga sebagai alat diplomasi mereka.

BACA JUGA : Melihat Sistem Lotere yang Lebih Berfungsi

Para ahli kesehatan di Health Desk, menjelaskan, tidak ada bukti dari uji klinis vaksin COVID-19 atau data tindak lanjut terkontrol yang menghubungkan vaksin COVID-19 yang disetujui WHO dengan peningkatan risiko kanker.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 menghasilkan sel darah putih, kunci peningkat kekebalan yang disebut sel T penolong dan pembunuh, khusus untuk COVID-19. Ini membantu mengatur respons sistem kekebalan dan kemudian membunuh sel yang terinfeksi virus COVID-19.

Sel T memainkan peran besar dalam mempertahankan tubuh terhadap virus dan bakteri, serta penyakit seperti kanker. Vaksin COVID-19 belum terbukti menekan sel T dan tidak ada bukti yang menunjukkan vaksin virus corona melemahkan sistem kekebalan, atau membuat orang lebih rentan terhadap kanker atau penyakit lain seperti penyakit autoimun.